Posted in Tulisan

Hujan Bersama Anak Gunung

“Lihatlah hujan datang Bu ! Darimanakah asalnya ? Apakah langit tengah menangis, Bu ?”, tanya seorang anak yang tinggal di pegunungan kepada ibunya.

Continue reading “Hujan Bersama Anak Gunung”

Advertisements
Posted in Uncategorized

Dialog yang ingin menjadi panjang

Detik menghempas berhenti pada masa tengah lewat dini hari, hening suasana dingin tengah menyelimuti, sembari itu aku melirik arlojiku, tepat setengah satu sepertiga malam yang pertama, tetiba samar di depanku kau tengah terlelap dalam tidurmu, Continue reading “Dialog yang ingin menjadi panjang”

Posted in Tulisan

Partikel

Cemaramalam – Partikel

Sebab aku mencintaimu secara diam, harusnya aku tak mengeluh saat luka tengah menikam. Rasa yang selalu ku pendam, perlahan menjadi mata pisau yang ku genggam, menyayat perih seperti halnya melihat rasamu yang telah beralih. Aku tak benar-benar kuasa menahan rasa ini, terlebih saat kau hadir diantara malam sunyi, telah lama sejak tangismu bulan lalu bersandar di atas pundakku, kau hampir tak terdengar kabar, tiba-tiba malam ini kau datang padaku, berfirasat kau akan datang dengan tangismu kembali, seperti malam-malam lalu saat kau, kekasihmu, dan ego kalian tengah beradu. Tapi kali ini kau datang dengan wajah berseri, senyuman indah tengah menghias diantara lesung pipi, jarang sekali setelah sekian lama rona itu bersembunyi. Tuhan kiranya boleh aku menikmati. Continue reading “Partikel”

Posted in Tulisan

PARADOK

Paradok adalah pernyataan yang seoalah-olah bertentangan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran (KBBI). Mudahnya paradok (paradox) adalah sesuatu yang terkadang tidak terlihat namun justru itulah yang menjadi kebenaran. Sesuatu yang tersirat terkadang mengandung makna yang tak terlihat, Dan ini adalah sepenggal kisah paradok dalam kehidupan kita…. Continue reading “PARADOK”

Posted in Tulisan

R U A N G

Jarak adalah ruang sela antara dua objek atau lebih (KBBI). Sedangkan ruang adalah tempat di mana segala unsur menempatkan posisi mereka dalam porsinya. Ruang adalah sesuatu yang tak kunjung habis bila harus kita jadikan renungan diplomatis, dimana ruang adalah unsur semua kehidupan tercangkup di dalamnya, dalam fisika para ilmuwan sedang mencari Tuhan dalam sebuah ruang, biarkan mereka bekerja sesuai tugasnya dan untuknya kita tak akan membahas tentang ruang. Mari kita berbicara soal yang lebih sederhana : JARAK Continue reading “R U A N G”

Posted in Tulisan

DARI HUJAN

Aku adalah Hujan, Bila tidak suka silahkan berteduh. Kau bebas menggunakan payung ataupun jas hujan untuk menjagamu dari kedinginan. Masih banyak teras rumah untuk Kau singgah bila Kau takut basah. Kau bisa berhenti dari perjalananmu ketika hadirku mengganggu pandanganmu dan Kau pun bisa memakiku. Kau bisa mencelaku, mengadu kepada Tuhanmu untuk kepergianku. Kau mengusirku, seolah aku adalah parasitisme pengganggu, lantas Kau menatap langit penuh dengan rasa amarahmu dan mengumpat kepadaku.
Maaf, bila hadirku di pagi hari membuat aktifitasmu terbebani, hingga ucapan selamat pagi dari terkasihmu berganti pesan penuh dengan tanda seru, Kau pun tetap menyalahkanku. Perlahan umpatanmu menghilang kala malam menjelang dan aku kembali datang, Kau telah sibuk dengan mimpi yang tenang, tampak kecewamu telah tertukar dengan senyummu. Namun tak beranjak lama ketika pagi tiba, Kau kembali seperti sedia kala, menatapku penuh cela.
Apakah aku akan berhenti datang ? Tidak !!! pada dukamu, ada beberapa orang yang menaruh suka kepadaku, mereka memujiku dengan secangkir kopi di kala sendu. Dikala aku tiba, mereka bersiap dengan beberapa buku dan pena, ada diantara mereka yang menulis cerita tentang perasaannya, tentang sepi, patah hati, atau tentang hujan di sore hari, katanya setiap hadirku selalu menambah pilu untuk dituang kedalam buku. Diantara mereka ada pula yang bermandi riang dikala aku datang, Bau tanah yang ku ciptakan seakan mampu menghipnotis suasana obrolan, mereka mendadak terdiam, kedua tangannya bersatu, pikiriannya menerawang tak tentu. Mereka lah orang-orang yang selalu menghargai setiap kedatangan.

Untukmu yang membenciku…


Cacilah aku sesukamu, makilah aku sampai habis semua sarkasmu, tapi pernahkah kau berpikir, bahwa hadirku pasti akan menuai akhir ? Bukankah setiap kedatangan selalu berujung kepulangan ? Aku hanya singgah sementara, mengusik nyamanmu sebentar saja, bila kau tetap tak suka, bersamalah orang-orang yang berkumpul melantunkan do’a agar aku hilang seketika, tapi sadarlah, aku tak sepenuhnya berpihak kepadamu, aku akan tetap datang meski kalian berharap aku menghilang. Satu saja pertanyaanku, kenapa kau menjual namaku, atas nama rasa kepada kekasihmu ? Terkadang kau terlalu aneh, mencintai pelangi namun aku kau benci, bagaimana pelangi bisa ada tanpa aku mendahuluinya ?

Untukmu yang menyukaiku…


Aku akan terus bersamamu, melengkapi setiap inspirasi dalam secangkir kopi, aku akan selalu menjadi panaroma yang indah dipandang, meskipun hanya lewat kaca yang membentang. Tertawalah saat aku menyapamu, mungkin kalian sudah ditelan rindu akan kedatanganku, bersama hangatnya api, aku mampu menjadi teman dalam setiap cerita yang kau bagi. Beberapa sajak tentangku telah dibaca oleh ratusan manusia, terkadang mereka terbawa suasana, hingga tak terasa lingkar peluk kekasihnya semakin melekat di pingganggnya. Terimakasih Kau telah mencintaiku, aku akan hadir dalam setiap selimutmu, memberikan rasa nyaman dalam lautan impian.

Dariku, teman lamamu.
Hujan.

Posted in Tulisan

Kapan Kamu Menikah ? part II

Lebaran segera menjelang ! Suasana hari kemenangan akan selalu diselimuti oleh rasa rindu yang terbendung setelah nafsu kian lama terkurung. Mereka di luar kota berusaha pulang kepada keluarga, Mereka yang pergi akan datang kembali, mereka yang sedang diperantauan akan pulang ke tanah halaman, semua dirangkul dalam haru dan rindu menjadi satu. Continue reading “Kapan Kamu Menikah ? part II”

Posted in Tulisan

Hampa

Gerimis di malam hari, adalah intuisi yang selalu ku jumpai saat menanti sesuatu yang tak kunjung terpenuhi, mengalun pilu, menyendu menunggu kabarmu diantara rutinitasmu. Ya kabar, hanya kabar, itu saja. Mungkinkah kau sanggup memberi ? Atau hanya ribuan caci maki ? Bila memberi kabar bagimu adalah seperti memberi recehan untuk peminta-minta, maka aku bersedia berlutut setiap hari, menengadah meminta setulus hati. Cuih.. Mungkin itulah yang hendak kau beri, namun sayang hanya kau pendam dalam hati. Sampai kapan aku menunggu ? Sampai lelah menjadi jenuh, untuk waktu yang telah berpeluh ? Tapi tenanglah itu tugasku, aku lah yang memilih untuk tetap menunggu.
Continue reading “Hampa”