Posted in Tulisan

PARADOK

Paradok adalah pernyataan yang seoalah-olah bertentangan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran (KBBI). Mudahnya paradok (paradox) adalah sesuatu yang terkadang tidak terlihat namun justru itulah yang menjadi kebenaran. Sesuatu yang tersirat terkadang mengandung makna yang tak terlihat, Dan ini adalah sepenggal kisah paradok dalam kehidupan kita….

HILANG

Kehilangan… Hampir dari kita pernah merasakannya, kehilangan orang tercinta, kehilangan Harta, atau bahkan pekerjaan kita, dan sebuah pertanyaan muncul, “Kenapa Kamu merasa kehilangan ?”. Mungkin jawabnya adalah karena sesuatu yang menjadi milikmu tak lagi bersamamu. Benarkah ?

Milikmu yang mana ? Apakah Kamu pernah memiliki sesuatu ? Atau kah Kamu yang “merasa” memiliki sesuatu, padahal itu bukan punyamu ? Kekasih, harta, pekerjaanmu ? pernahkah kamu membelinya ? atau bahkan menciptakannya ? Tidak bukan ? lantas kenapa kau sebut kepemilikan ?

Sebuah masa dimana kekasih kita pergi, Kamu menangis tersedu, berlarut dalam kesedihan, hingga tak ada gairah dalam kehidupan, Kamu terus mengharap kembalinya dia padamu, Hei… Kamu siapa, meminta sesuatu kembali padamu ? Apapun yang kamu punya, percayalah itu bukanlah milikmu, melainkan titipan dari Tuhanmu. Secara sengaja dan sementara Dia menitipkan kepadamu, kelak jika tiba masa pengembaliannya, titipan itu akan diminta kembali, entah karena kamu belum bisa dipercaya atau mungkin Tuhan sedang membutuhkannya. Tidak usah menyesali, cobalah untuk berfikir, memang sudah sewajarnya sebuah titipan diambil yang punya, kelak bila memang Tuhan mengijinkan, maka sesuatu itu akan kembali diamanatkan. Entah itu tetap lama atau sesuatu yang baru, percayalah Tuhan selalu tepat untuk mengatur naskah kehidupanmu. Fokuskan saja apa yang kamu jalani, ingatlah Tuhan tak pernah tidur dalam garis kehidupan, atau bahkan sekedar Ketiduran.

PERPSPEKTIF PETANI

Suatu masa dimana ada seorang anak petani yang kebetulan mampu bersekolah di sekolah yang bisa dibilang sekolah golongan kelas menengah atas, sekolah dimana orang-orang berduit yang mampu bersekolah di situ, dan dia hanya anak seorang petani, wajarlah banyak yang mencibir kehadirannya di sekolah.

Eh, Kamu anak petani, bukan tempatnya Kamu di sini, Kamu pantesnya di sawah penuh lumpur, Di sini sekolah kelas atas, anak-anak orang kaya yang boleh sekolah di sini, petani harusnyta berkumpul dengan petani lainnya, apa kamu gak malu seorang anak petani berada di tengah anak-anak kelas atas ? Hahahaha“.

Untunglah anak petani itu sudah tertanam jiwa nirminder dalam dirinya, dia sedikit menyombongkan diri, membusungkan dada dengan penuh percaya berkata,

Malu ? Kenapa ? Bapakku memang seorang petani, tapi coba kalian pikir, seorang anak petani mampu bersekolah setara dengan anak-anak kelas atas seperti kalian, justru kalian dong yang harusnya malu, Kalian anak orang kaya, kemana-mana naik mobil, pengawal di kanan kiri, tapi nyatanya cuma bisa sekolah yang setara dengan anak seorang petani, mana kekayaan bapak kalian ? harusnya lebih tinggi dong levelnya dari anak petani ? ini kok malah setara, apa gak malu kalian ?“.

LAPANGAN KERJA

Jika ada sebuah kalimat yang berkata “Manusia tidak akan terlepas dari omongan orang“, maka bisa disimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada manusia yang tidak kaya, Kenapa ? Karena memang sudah sewajarnya bahwa apapun yang kita lakukan selalu dipandang sebelah mata oleh mereka, atau mungkin tetangga, apapun yang kita lakukan akan selalu salah di mata mereka, sadarlah memang itu pekerjaan mereka, tidak ada pekerjaan lain. Jadi kalau mereka tidak membicarakan kita, mereka mau kerja apa ? Banggalah, kita sudah menciptakan lapangan kerja buat mereka, justru aku merasa kasihan kepada mereka yang selalu bilang “Tidak usah dihiraukan omongan tetangga“, bagiku omongan ini terlalu kejam, sebab kalau sampai kita tidak menghiraukan mereka, kita akan mematikan karir mereka dalam lapangan pekerjaan.

TEMPE

Ini adalah tentang tempe, bukan tentang tahu, sebab selalu ada sifat sok tahu, tapi tidak pernah ada sifat sok tempe, walaupun tempe adalah wujud fermentasi, namun kehadirannya tetap dinanti, jadi marilah kita berbicara soal tempe. Tetapi tentu saja kita tidak membahas bagaimana cara memasak tempe, Kita akan membahas bagaimana cara menikmati hidup walau dengan makan tempe. Dan beberapa yang janggal dalam pemikiranku soal tempe, seolah tempe selalu menjadi lambang kesederhanaan, seolah makanan paling bawah adalah duo tahu dan tempe, apa salah mereka ? tapi sudahlah…

Hidup adalah tentang bagaimana kita menikmati, ada dari mereka pernah berkata kepadaku, dan sangat bagus soal tempe.

Kenapa kita tidaklah cukup bahagia dalam sederhana ? Karena ibarat kita mampu membeli tempe, namun ketika makan Kita justru membayangkan / meminta adanya ayam goreng di hadapan kita, inilah yang membuat kita tidak bisa menikmati hidup, sudah makan tempe rasanya pas-pasan tapi malah kita membayangkan ayam goreng yang jelas-jelas tidak ada, seharusnya kalau kita fokus hanya pada tempe, kita hanya akan mendapat satu, yaitu rasa tempe yang memang pas-pasan, tapi ketika kita membayangkan sesuatu yang tidak kita punya, maka kita justru mendapat tambahan, bahwa hati selalu kecewa dan berusaha mebayangkan bisa makan ayam goreng, inilah penyebab hidup yang tidak tenang.

Jika hanya 100.000 pengahsilanmu, maka jangan sampai gengsimu melebihi 100.000, seberapaun besarnya gajimu, seberapun tingginya pekerjaanmu, kalau gengsi lebih besar dari realita, maka hasilnya adalah, Kurang…Kurang…Kurang, dan pasti berujung tidak bahagia.

PEREMPUAN

Perempuan adalah tentang ketidakpahamanku pada semesta, bagaimana tidak mereka adalah makhluk yang sangat susah dipahami, mereka selalu berkata pada para pria, terkadang mereka bukan tentang apa yang mereka katakan, jadi apabila mereka berkata B bisa jadi itu adalah A, mereka berkata A mungkin bisa jadi B, mereka berkata C mungkin bisa jadi R U W E T dan abjad lainnya, kenapa tidak menjadi sederhana, berkata sebenarnya apa yang kalian rasa 😦 ?

Terkadang pula ketidaksederhanaan pemikiran mereka patut kita tertawakan, bahwa ketika mereka sudah mengeluarkan kata andalan mereka yaitu kata “TERSERAH“.

Mau makan apa ? | Terserah sih aku ngikut aja | Oke nasi goreng | Eeee… enggak deh, aku gak suka nasi goreng | Lalu mu makan apa ? | Terserah kamu | Oke Ayam goreng | Aku gak suka ayam juga, aku lebih suka Bakso sih | $%#^%#$#$%

Kenapa gak bilang saja tentang sebenarnya ? Sesulit itukah memahami mereka ? dan masih banyakl lagi tentang ketidakpamahan ku tentang perempuan.

Tapi bagaimanapun, sesulit apapun kita memahami pemikirannya, perlu Kita tau mungkin perempuan adalah alasan segala sesuatu itu terjadi, bagaimana seoarang John Lenon mampu menciptakan lirik Oh My Love, bagimana seorang Bryan Adam mampu bernyanyi Everything I do I do it for you, dan bagaimana ratusan sajak puisi tercipta tanpa hadirnya perempuan sebagai muaranya ? Mahabarata terjadi karena seorang Dewi Gandari merasa cemburu kepada Pandhu yang kemudian berlanjut menjadi balas dendam melalui anak mereka (kurawa).

Hampir segala kisah hidup yang terjadi karena perempuan di dalamnya, untuknya mewakili segala tulisan ini, Aku ingin berkata, Perempuan adalah Kekuasaan yang dibalut dengan Kelembutan. Tetapi, tetaplah ingat bahwa perempouan tercipta dari patahan tulang rusuk laki-laki, kiranya mereka harus mengerti untuk sebuah Hak yang harus saling menghargai, buka Ego yang menguasai.
To be continued at paradok part II…
PARADOK

Han Y. Rahmat

Advertisements

Author:

I'm Textrovert. Seseorang yang begitu mudah menuliskan namun begitu susah mengungkapkan. Pengagum senja di pangkuan buku dan pena. Tentu saja dengan secangkir teh di samping tangan kanannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s