Posted in Novel

Kopi Kaiya

K-O-P-I sebuah kata yang mengawaliku untuk menuliskan cerita ini kembali, Kopi mungkin tengah akrab di lidah dan hidung Kita semua, bagaimana secangkir kehangatannya mampu menghipnotis bagi para penikmatnya, diantara mereka ada penggila rasa pahitnya, penggila aromanya, ada pula diantara mereka penggila keduanya, aku rasa sah-sah saja mereka mengagumi apa yang mereka suka sehingga mereka menyebut dirinya “penikmat kopi”, lalu bagaimana dengan aku ?
Continue reading “Kopi Kaiya”