Posted in Novel

SABRANG

Jaman dulu pada tahun 1950-an, ketika belum banyak sekolah berdiri, pendidikan hanya sampai pada tingkat dasar, mereka yang mampu bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, bagi yang tidak, cukuplah pendidikan dasar menjadi modal untuk menyambung hidup melalui dunia pendidikan, sedang Saya bersekolah di sekolah rakyat, sekolah yang setara dengan kelas menengah, bedanya sekolah ini ketika lulus sudah bisa menjadi guru pengajar, sekolah rakyat adalah sekolah elite milik pemerintah pada waktu itu, saya di sini bukan karena Saya adalah orang yang mampu, orang tua Saya hanyalah seorang petani, yang membuat Saya bisa duduk di bangku sekolah rakyat adalah peran dari pemerintah setempat yang menyekolahkan Saya sebagai wakil dari desa yang dipercaya mampu untuk mengemban dunia pendidikan yang lebih tinggi. Continue reading “SABRANG”