Posted in Tulisan

Hampa

Gerimis di malam hari, adalah intuisi yang selalu ku jumpai saat menanti sesuatu yang tak kunjung terpenuhi, mengalun pilu, menyendu menunggu kabarmu diantara rutinitasmu. Ya kabar, hanya kabar, itu saja. Mungkinkah kau sanggup memberi ? Atau hanya ribuan caci maki ? Bila memberi kabar bagimu adalah seperti memberi recehan untuk peminta-minta, maka aku bersedia berlutut setiap hari, menengadah meminta setulus hati. Cuih.. Mungkin itulah yang hendak kau beri, namun sayang hanya kau pendam dalam hati. Sampai kapan aku menunggu ? Sampai lelah menjadi jenuh, untuk waktu yang telah berpeluh ? Tapi tenanglah itu tugasku, aku lah yang memilih untuk tetap menunggu.
Continue reading “Hampa”