Posted in Tulisan

Mantra Jiwa

ā€‹…

“Love is one big illusion, I should try to forget

But there is something left in my head..”

Lyric by Michael Learn To Rock – That’s Why

Secangkir Kopi dan deru angin, keduanya sama-sama dingin hening tak bergeming, tenggelam dalam alunan rinai hujan yang meyeruak membentur dinding kenangan, dialah serdadu yang tak pernah sopan, menerobos pintu hati yang tak pernah mengucap permisi. Sama seperti bayanganmu, datang tak pernah diundang, pergi tanpa permisi, kemudian berujung rasa yang tereliminasi. Diam-diam hujan membawamu kepada lamunan, menguak luka yang masih menganga, membungkam nafas yang masih terisak sesak,  Aku tak keberatan, bila hadirmu tak menyisakan kepedihan, namun kau selalu meninggalkan resah, untuk ku nikmati bersama serpihan gelisah. Ini kah caramu menikmati hidup, di atas rintihan tangisku yang kian meredup, Kau tak pernah merasa bahwa mengenangmu selalu menyisakan luka, dan aku pun tak pernah merasa untukku kau tak pernah hadirkan rasa. Kau hanya singgah untuk sekedar beristirahat dalam lelah, Kau hanya bermain diatas hati yang utuhnya tak bisa kau jamin, setelah kau dapatkan hati, kau pergi tanpa lambaian tangan yang menyertai.
Aku mencoba percaya semua sandiwara yang kau perankan, sejujurnya aku tau bahwa itu hanyalah permainan, tapi aku tak pernah berkuasa atas aku sesungguhnya, aku selalu luluh oleh semua sikapmu yang selalu meninggalkan peluh, Aku seperti terhipnotis akan rindu yang mendobrak dinding hati yang kian tipis, rasa padamu memenuhi kebenaranku, mengabaikan segala kesalahanmu, menjadikanmu adalah kebenaran mutlak atas prasangka yang hanya menjadi terduga, namun pada pengharapanku, Kau perlahan membisu, menggantung bagai jemuran adalah jawaban, seiring berjalannya waktu, angin akan membuat semua ini berlalu, rasa yang terabaikan, dan sayang yang terbuang pelan-pelan, keduanya seakan adalah kepastian yang pasti tak bisa dihindarkan. Lelah ? Iya, untuk semua resah setelah hatimu berpindah, aku mencoba untuk tetap berkata hidup itu indah, berbagi senyuman serta menyiapkan hati untuk kau patahkan kembali di lain hari. 
Terkadang hadirmu ingin ku tolak, menjadi rasa yang paling Ku elak, Berlari bersama luka yang masih tersisa di hati, tapi sekali lagi hadirmu tetap mengikuti, menjelma seperti bayangan kau mengikuti kemana aku berjalan, bayangmu adalah sosok hantu, yang datang hanya untuk mencipta imajinasi semu, mencipta rasa takutku sendiri atas perih yang masih melukai, malam ini aku ingin berdamai dengan sesalku, bersama temaram dan secangkir kopi bekas bibirmu tahun lalu aku ingin beranjak darimu, dari semua temali perih yang menjeratku, dari semua ilusi yang mengurung kebebasan pikiranku, aku ingin lepas darimu. Karenanya,
“Hidup adalah sebuah pilihan, kiranya jangan bodoh untuk mengambil keputusan”.
Han Y. Rahmat

Mantra Jiwa

5-07-2016

Advertisements

Author:

I'm Textrovert. Seseorang yang begitu mudah menuliskan namun begitu susah mengungkapkan. Pengagum senja di pangkuan buku dan pena. Tentu saja dengan secangkir teh di samping tangan kanannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s