Posted in Tulisan

SENJA TAK BERTUAN

SENJA TAK BERTUAN

image

Saat matahari berada di barat dan sejajar dengan kelopak mata, Saat itulah semesta menjelma menjadi keindahan yang tak terungkap bernama senja, merah ronanya memancarkan cahaya. Menjadikan setiap insan yang memandangnya penuh dengan kedamaian. Warna tangis dan tawa baik tentang cinta maupun kehidupan hilang di hadapan senja, menipis layaknya warna jingga yang semakin termakan awan hitam, yang tersisa hanyalah siluet, menyamarkan setiap tawa dan tangis yang tercipta untuk berbaur dengan maha keindahannya.

Senja sering melukiskan perasaan yang menjadi kenangan atas apa yang telah Kita lakukan, entah tentang cinta atau masa silam, semua bagai dipetakan dalam sebuah gambaran, seakan Kita dipaksa untuk menikmatinya, menikmati segala sesuatu yang pernah terjadi. Seperti halnya Aku, duduk sendiri di atas bukit pada sebuah bangku, berlatar guguran daun kenangan, Aku hanya terdiam terpana menyaksikan separuh dari wajah sang maha pencipta yang tergambar dari kibaran rambut perempuan di seberang sana, hanya mampu menikmati dari jauh tanpa bisa menyentuh, inilah konsep Ketuhanan yang Ku temukan, karena senja Aku melihat sisi perempuannya Tuhan. Dan sering kali pula kenangan tentang pahitnya kehidupan akan terlukiskan, bila pahit yang terlukis maka senja akan memeluk Kita, hangat seakan memberi semangat layaknya orang yang selalu memeluk Kita erat, tapi bila yang terlukis adalah keindahan, senja akan melambungkan keindahan itu sampai Kita lupa tentang duka yang pernah bersemayam bersama Kita.

Ketika senja, tepian pantai pun tak kalah indahnya, air laut menjadi merah, sebab pantulan cahaya buatan sang maha pencipta, waktu demikian, seringkali menemani dua insan ketika sedang kasmaran, memeluk pinggang seakan tak mau melepas genggaman tangan, ombak yang menepi seakan menghapus jejak duka yang pernah berpijak dalam hati, beberapa camar terbang melintang suaranya mengingatkan rasa yang pernah hilang, deburan ombak yang indah menghempas karang ikut berperan meramaikan keharmonisan. Ada diantara Mereka yang berjalan menyusuri sepanjang pasir di pantai, gelak tawa selalu menghiasi wajah Mereka dalam setiap kaki melangkah, genggaman tangan menjadi wakil dari ungkapan yang tak terungkap, terkadang kaki Mereka diusap lembut oleh ombak yang belari menepi. Mereka yang duduk berdua pun merasakan indahnya senja, saat semua penat dan rasa lelah melanda, maka di sanalah pundak kekasih berada untuk menepis segala macam duka lara. Dan apa yang Ku lakukan ketika Mereka memadu kasih mengucap ikrar dalam janji ? Ya benar sekali, Aku hanya duduk menyendiri mengingat tentangmu, perempuan yang dulu bersamaku, tentang keindahan ketika berdua menikmati senja, mengenang semua kenangan yang pernah tercipta, bersama genggaman tangan dan janji yang terucap bersamanya.

Berjumpa dengan senja di persawahan, adalah nilai tersendiri untuk menikmati pola hidup damai di pedesaan, bersama aroma kopi yang yang melatari suasana, perlahan pikiran Kita dibawa pada masa silam yang sangat indah, dan mungkin setiap dari Kita mengalaminya, bila Kita tak banyak tersentuh oleh egonya orang kota. Bila kamu termasuk di dalamnya, mari Kita bicara ! Tentang masa kanak-kanak ketika petang telah menjelang, namun Kita masih sibuk bermain layang-layang, layang-layang adalah permainan sederhana namun tak pernah lepas dari keceriaan, bermodal kertas dan benang, Kita sudah menikmati nikmat Tuhan, sampai Kita lupa tentang waktu yang cepat berlalu, hingga suara adzan yang berkumandang merdu, Kita baru ingin pulang, dengan membawa duka atas perkelahian, kecewa akibat kalah dalam permainan, tanpa menyisakan dendam yang berlanjutan, semua hilang ketika petang Kita berkumpul pada surau untuk membahas topik yang berlainan, itulah hangatnya pertemanan.

Sudah panjang rasanya Aku melukiskan kenangan saat senja seperti sekarang ini, menikmati senja dengan secangkir kopi yang nyaris habis, bersamanya senja telah pulang, malam pun akan datang meredam semua lelah dalam pelukan, menjadikan hari ini pantas untuk dikenang esok hari.

Senja Tak Bertuan
Han. Y Rahmat
21-06-2015

Advertisements

Author:

I'm Textrovert. Seseorang yang begitu mudah menuliskan namun begitu susah mengungkapkan. Pengagum senja di pangkuan buku dan pena. Tentu saja dengan secangkir teh di samping tangan kanannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s