Posted in Tulisan

CILUKBA

CILUKBA

image

Jatuh cinta adalah tentang luka yang manisnya terpaksa, Aku telah jatuh cinta pada seorang perempuan, seorang perempuan yang mampu meluluhkan segala persepsi tentang keakuan,
seorang perempuan yang begitu Ku kagumi, mungkin Dia lah jawaban atas segala  pertanyaan, kenapa sampai detik ini Aku masih sendiri ? Sebab, Aku tidak mencintai dengan memilikinya, Aku hanya mencintai secara bisu, memuja secara rahasia dari segala rasa yang paling tersembunyi, caraku mencintainya sangatlah sederhana, dengan berdo’a untuk segala keselamatan dan kebahagiaannya.

Kepadamu perempuan yang sedang terbenam di lain pelukan, sampai saat ini Aku masih berdiri di puncak keyakinan, keyakinan bahwa tak ada selain Aku yang mampu mencintaimu dengan segala kerelaan, merelakanmu untuk bersanding hidup bersamanya. Mencintai tak hanya tentang bahagia, tapi akan selalu menghadirkan kata luka, karena mereka adalah satu keluarga, yang tak akan mungkin Kamu memilih salah satu dari mereka. Dan Aku adalah orang yang secara sadar terluka untuk tetap mencintaimu, melukai diri untuk tetap mengagumi, menjaga perasaan untuk menunggumu dari kejauhan, dalam perseteruanku, Aku selalu berdebat dengan anganku untuk berkata Aku cinta padamu, tapi Aku selalu mengingkarinya, Aku hanya belum siap melihatmu terluka karena cintaku, Aku hanya belum mampu melihatmu meneteskan air mata karenaku, dan Aku tak bisa mendengar isak tangis ketika nanti Kau bertengkar denganku, semua itu perlahan akan membunuhku.

Di sisi lain, Aku selalu bertanya, Kenapa Kau memilih jalan rumit bersamanya ? Jika kepadaku Kau mampu bahagia secara sederhana. Kau menyiksa diri dengan menanti kabar darinya untuk menunjukkan Kau begitu berharga dalam hidupnya, kenapa tak Kau sadari di luar sana ada yang mampu menaruh segudang kabar tanpa Kau minta, Dia lah Aku, sebab Aku tak ingin Kau resah mencintaiku. Pernah Aku melihatmu berteduh dari hujan bersamanya, di depanku, Dia menutupi jaketnya ke tubuhmu sebagai tujuan agar Kau tidak kedinginan, Tapi Dia bukan Aku, jika Aku yang berada di sampingmu waktu itu, akan ku lingkarkan pelukanku untuk menghangatkanmu, tapi sayang, kedua lenganku tak pernah berkenalan denganmu.

Tentang lukaku yang mengalir di dada, anggaplah biasa, Karena Aku masih mampu mencintaimu, Aku masih sanggup menikmati setiap sudut indahmu meskipun tak bersamaku, AKU MASIH SANGGUP !! Aku pernah mencoba pergi, seringkali Aku berfikir tentang sadar diri, sadar akan sakitnya luka yang menghujam hati hanya demi perempuan yang tak Ku miliki, tapi tetap saja tentangmu masih selalu mengitari. Bagaimana Aku akan pergi, jika padamu langkahku telah terkunci ? Bagaimana Aku bisa melangkah, jika kepadamu tujuanku tak juga berpindah ? Bagaimana Aku akan menjauh, jika hanya padamu Aku akan berlabuh ? Dan bagaimana bisa Kau memilih bersamanya ?

Mungkin sebelum bahagia memanglah harus selalu hadir kata luka, jika bahagiamu itu bersamaku, maka Ku biarkan Kau bersamanya untuk menghabiskan segala luka yang tersisa. Setelahnya, bersiaplah dan persiapkan otot-otot bibirmu, karena Kau akan terlalu sering tertawa ketika bersamaku, buanglah segala jaket dan kumpulan tisumu, Kau tak memerlukan itu, sebab selalu ada pelukanku untuk setiap inchi dari kedinginanmu, dan selalu ada usapan tanganku untuk setiap air mata yang menetes di pipimu. Saat Kau lelah berjalan, mundurlah beberapa langkah ke belakang, lihatlah ada Aku yang selalu siap menopang agar lelahmu menghilang, jika kau tertatih, maka Akulah orang yang akan membantumu berdiri, membuatmu tegar kembali, sehingga Kau mampu berjalan beberapa langkah di depanku lagi.

Kelak ketika telah hilang lingkar peluknya, jangan menangis, air matamu terlalu berharga untuk sebuah kehilangan atau mungkin sebuah kesalahan. Terbanglah dan lihat dari atas sana, dari jutaan manusia, ada satu orang yang selalu bersimpuh penuh luka untuk mengeja namamu kepada sang maha kuasa, Dia lah orang yang selalu mendo’akan keselamatanmu, Dia lah di dalam do’anya tak pernah melewatkan namamu, dan Dia lah Aku,orang yang selalu dirajam luka untuk menunggumu.
Ketika Kau telah tersadar, datanglah kepadaku mungkin saat itu Aku tak akan menyambutmu, sebab Aku terlalu sibuk untuk membersihkan debu-debu masa lalu dan serpihan patah hati untuk sebuah singgasana yang ingin Kau tempati atau mungkin Kau akan melewatkannya lagi.

CILUKBA.
Han. Y Rahmat
04-02-2016

Advertisements

Author:

I'm Textrovert. Seseorang yang begitu mudah menuliskan namun begitu susah mengungkapkan. Pengagum senja di pangkuan buku dan pena. Tentu saja dengan secangkir teh di samping tangan kanannya.

2 thoughts on “CILUKBA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s